Pages Menu
TwitterRssFacebook
Recent From
Categories Menu

Posted by on Feb 25, 2015 in Berita, Eksternal |

UN Jadi Pertimbangan Seleksi Masuk PTN

UN Jadi Pertimbangan Seleksi Masuk PTN

Berdasarkan Surat Edaran Bersama Mendikbud dan Menristekdikti Nomor 0123/MPK.H/KR/2015 dan Nomor 8/M/KB/II/2015 tanggal 17 Februari 2015 disepakati hal-hal berikut:
1. Hasil UN SMA/Sederajat digunakan dalam SNMPTN
2. Ketentuan mengenai penggunaan nilai UN SMA/Sederajat dalam SNMPTN ditentukan oleh Panitian SNMPTN dan PTN
3. Puspendik menyerahkan pengolahan hasil UN kepada panitia SNMPTN paling lambat 2 Mei 2015.

Source: Klik

Read More

Posted by on Feb 11, 2015 in Berita, Eksternal |

Ijazah Tidak Cukup Lagi

Ijazah Tidak Cukup Lagi

Selama ini, jamak pandangan masyarakat bahwa selembar ijazah pendidikan tinggi, terutama bukti gelar sarjana, merupakan kunci utama untuk mendapatkan pekerjaan impian. Namun, seiring makin banyaknya sarjana yang diproduksi institusi pendidikan tinggi, selembar ijazah tak cukup lagi. Gejala ijazah pendidikan tinggi bukan jaminan mengantarkan ke dunia kerja setidaknya tergambar dalam data yang dikumpulkan Badan Pusat Statistik. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik pada Agustus 2014, di Indonesia ada 9,5 persen (688.660 orang) dari total penganggur yang merupakan alumni perguruan tinggi. Mereka memiliki ijazah diploma tiga atau ijazah strata satu alias bergelar sarjana. Dari jumlah itu, jumlah penganggur paling tinggi, 495.143 orang, merupakan lulusan universitas yang bergelar sarjana.

Pengangguran terdidik itu (baik berijazah diploma maupun strata 1) meningkat dibandingkan tahun 2013 dengan persentase penganggur lulusan perguruan tinggi sebesar 8,36 persen (619.288 orang) dan pada 2012 sebesar 8,79 persen (645.866 orang).
Sejumlah ahli pendidikan tinggi, seperti Wardiman Djojonegoro, dalam pemberitaan di Kompas, menyebutkan, terjadinya pengangguran terdidik merupakan kelindan berbagai faktor, seperti kurangnya lapangan pekerjaan, pertumbuhan perguruan tinggi dan program studi begitu pesat, serta minimnya kompetensi para lulusan atau tidak sesuainya kompetensi dengan kebutuhan pengguna tenaga kerja. Faktor ketersediaan lapangan kerja merupakan hal kompleks tersendiri yang, antara lain, terkait dengan ketersediaan investasi memadai untuk menyerap tenaga kerja dari lulusan berbagai program studi, kinerja ekonomi nasional, dan kondisi ekonomi global.Penyebab lain, seperti pengendalian mutu institusi pendidikan tinggi dan pembekalan kompetensi lulusan, sesungguhnya dapat lebih dikendalikan. Jangan sampai, ketika mencari pekerjaan, individu dalam usia produktif tidak memiliki keahlian tertentu sehingga dianggap tidak menarik bagi pencari kerja.

Kompetensi

Kesenjangan kompetensi lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja sebenarnya sudah ada jalan keluar dengan adanya acuan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). KKNI merupakan kerangka penjenjangan kualifikasi dan kompetensi tenaga kerja Indonesia. KKNI menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan sektor pendidikan dengan sektor pelatihan dan pengalaman kerja dalam skema pengakuan kemampuan kerja yang disesuaikan dengan struktur di berbagai sektor pekerjaan. Dengan KKNI, ijazah bukan segala-galanya. Berbekal kompetensi yang dimiliki, seseorang bisa memperoleh status setara dengan pemilik ijazah yang memperoleh lewat jenjang pendidikan tertentu.Tentu saja pengelola perguruan tinggi harus mengubah paradigma, dengan tidak berpuas diri hanya memberikan ijazah kepada mahasiswa tanpa melihat kemampuan dan keterampilan alumninya.

Terbitnya KKNI menjadi kerangka penjenjangan kualifikasi dan kompetensi tenaga kerja Indonesia. Dengan demikian, kebutuhan pengguna dengan kompetensi tertentu lulusan perguruan tinggi dapat lebih didekatkan. Perguruan tinggi juga perlu didorong bekerja sama dengan para pengusaha dalam membuka kesempatan magang bagi mahasiswa ataupun alumni yang baru lulus. Para lulusan setidaknya dapat memiliki secuplik gambaran nyata tentang dunia kerja yang akan dimasuki. Satu hal yang perlu diluruskan ialah sering tercampurnya antara tujuan pendidikan tinggi yang bersifat akademis dan menciptakan manusia berpikir ilmiah dengan pendidikan vokasi yang bertujuan menyiapkan tenaga terampil siap kerja. Individu kadang berpikir bahwa dengan memegang gelar sarjana sudah mendapatkan semua yang dibutuhkan untuk bekerja. Padahal, tidak demikian.

Supaya jumlah penganggur bergelar sarjana berkurang, pemerintah perlu mendorong pengembangan pendidikan vokasi. Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi berencana memprioritaskan pengembangan pendidikan vokasi. Data Dikti menyebutkan, ada 1.357 akademi, 2.508 sekolah tinggi, 255 politeknik, dan 124 institut. Adapun universitas hanya ada 504. Artinya, mayoritas perguruan tinggi di Indonesia bergerak di bidang vokasi. Akan tetapi, jumlah program studi (prodi) vokasi hanya 20 persen dari total prodi yang ada. Dengan menambah program vokasi, diharapkan tercipta tenaga kerja terampil yang bisa segera diserap pasar.

Namun, perlu diingat, proses pendidikan di perguruan tinggi tak sekadar pencetak tenaga kerja dan berorientasi pasar. Terdapat sisi dan fungsi penting lain dari penyelenggaraan pendidikan tinggi, termasuk yang bergerak di pendidikan vokasi. Seperti tertuang dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, pendidikan tinggi berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Fungsi lain ialah mengembangkan sivitas akademika yang inovatif, responsif, kreatif, terampil, berdaya saing, dan kooperatif melalui pelaksanaan Tridharma. Pendidikan tinggi juga berfungsi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan memperhatikan dan menerapkan nilai-nilai humaniora. Pada akhirnya, pendidikan tinggi tak hanya persoalan investasi individu untuk dapat bekerja, tetapi juga menentukan kesejahteraan bangsa dan peradabannya.

Sumber :  Kompas.com | Dikti.go.id

Read More

Posted by on Jan 22, 2015 in Beasiswa, Berita, Breaking News, Eksternal |

PENERIMAAN PROPOSAL PENELITIAN SATEKS & KOLABORASI INTERNASIONAL TAHUN ANGGARAN 2015

PENERIMAAN PROPOSAL PENELITIAN SATEKS & KOLABORASI INTERNASIONAL TAHUN ANGGARAN 2015

DIBERITAHUKAN KEPADA SELURUH DOSEN PENELITI DALAM LINGKUNGAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA BAHWA LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA MASIH MENERIMA USULAN PROPOSAL PENELITIAN SKEMA SAINS TEKNOLOGI & SENI, DAN SKEMA KOLABORASI INTERNASIONAL UNTUK TAHUN ANGGARAN 2015, KESEMPATAN INI AKAN DITUTUP PADA HARI JUM’AT TANGGAL 6 FEBRUARI 2015.

SURAT KETUA LEMLIT UNSRI

Read More

Posted by on Jan 21, 2015 in Berita, Breaking News, Eksternal |

SNMPTN 2015 Gratis Biaya Pendaftaran!

SNMPTN 2015 Gratis Biaya Pendaftaran!

Jakarta, 12 Januari 2015-Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), M. Nasir menggratiskan biaya pendaftaran masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Hal itu diungkapkan Menristekdikti pada acara konferensi pers di Gedung D Lantai 10, Senayan, Jakarta.

Menristekdikti mengatakan tengah mengeluarkan Peraturan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Permenristekdikti) terkait seleksi masuk PTN 2015. “Ada tiga cara yaitu melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan Ujian Mandiri (UM)” jelasnya.

Free of charge itu masalah biaya pendaftaran SNMPTN 100 persen dari anggaran negara” pungkasnya. Sedangkan SBMPTN, Menristekdikti mengatakan biaya pendaftaran akan ikut disubsidi oleh pemerintah. Namun, untuk seleksi melalui jalur UM, biaya pendaftaran dibebankan kepada calon mahasiswa.

Kuota mahasiswa yang ditampung di PTN melalui SNMPTN sebanyak 50 persen. Sedangkan untuk SBMPTN sebanyak 30 persen, dan UM sebanyak 20 persen.

SNMPTN 2015 akan diluncurkan Menristekdikti bersama panitia SNMPTN pada hari Kamis, 15 Januari 2015 di Gedung D, Ditjen Dikti, Senayan.

Source: Klik

Read More

Posted by on Jan 21, 2015 in Berita, Eksternal |

SNMPTN 2015 Resmi Diluncurkan

SNMPTN 2015 Resmi Diluncurkan

Jakarta, 15 Januari 2014-SNMPTN 2015 resmi diluncurkan oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), M. Nasir pada hari Kamis (15/1) di Auditorium Lantai 2 Gedung D, Ditjen Dikti, Senayan.  Dalam sambutannya, Menristekdikti mengatakan sistem penyelenggaraan SNMPTN masih perlu dievaluasi, terlebih dengan adanya penggabungan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) dengan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemristek). Untuk itu, Menristekdikti berharap Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dapat merespon positif adanya perubahan tersebut . “Hal ini demi kelancaran proses pembelajaran di negeri ini sesuai dengan Undang-Undang Sisdiknas (Sistem Pendidikan Nasional-red) dan Pendidikan Tinggi” ungkapnya.

Menristekdikti juga menghimbau pelaksanaan SNMPTN 2015 agar tidak terjadi diskriminasi kepada peserta. Baik itu penyandang disabilitas, maupun peserta yang berada di daerah  terluar dan terdepan. “Semua mendapat hak yang sama. Sehingga pendidikan lebih terjamin dan merata” kata Menristekdikti.

SNMPTN 2015 menampung mahasiswa baru untuk setiap program studi (prodi) paling sedikit sebanyak 50%. Tahun ini sebanyak 63 PTN mengikuti proses seleksi dengan SNMPTN. “Untuk 13 PTN baru, belum bisa ikut serta dalam SNMPTN tahun ini karena masih dalam tahap pendampingan” ujar Rochmat Wahab selaku Ketua SNMPTN 2015 menambahkan.

Persyaratan untuk calon peserta SNMPTN antara lain harus sudah berada di kelas terakhir pendidikan menengah (SMA/MA/SMK/MAK), memiliki prestasi akademik, serta memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh masing-masing PTN. Peserta diperbolehkan memilih maksimal dua PTN dengan ketentuan jika memilih dua PTN, maka salah satu PTN harus berasal dari provinsi yang sama dengan asal sekolah siswa. Untuk pemilihan prodi, peserta dapat memilih maksimal tiga prodi dengan ketentuan satu PTN maksimal dua prodi.

Untuk pendaftaran nantinya masing-masing sekolah dan siswa harus mengisi data terlebih dahulu melalui Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) di laman pdss.snmptn.ac.id yang kemudian akan diverifikasi. Sedangkan untuk pendaftaran prodi PTN melalui laman snmptn.ac.id.

Berikut adalah jadwal pelaksanaan SNMPTN 2015 :

KegiatanWaktu
Pengisian dan Verifikasi PDSS22 Januari – 8 Maret 2015
Pendaftaran13 Februari – 15 Maret 2015
Pengolahan data16 Maret – 8 Mei 2015
Pengumuman Kelulusan9 Mei 2015
Pendaftaran ulang peserta yang lulus SNMPTN9 Juni 2015(Bersamaan dengan Ujian Tertulis SBMPTN)

Lampiran

MATERI JUMPA PERS SNMPTN 2015

Read More